KENAKALAN REMAJA, DALAM BIDANG PENYIMPANGAN
SEXSUAL ( PORNOGRAFI ) di SMAN
1 MANDIRANCAN KELAS X.6
|
|||
![]() |

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya haturkan ke hadirat Tuhan YME, karena dengan
karunia-Nya saya dapat menyelesaiakan makalah penelitian tetang “KENAKALAN REMAJA, DALAM BIDANG
PENYIMPANGAN SEXSUAL (
PORNOGRAFI ) di SMAN 1 MANDIRANCAN KELAS X.6”. Meskipun banyak hambatan
yang saya alami dalam proses pelaksanaannya, tapi saya berhasil
menyelesaikannya tepat pada waktunya.
Tidak
lupa saya sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membimbing dan
membantu saya dalam pelaksanaanya. saya juga mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak
langsung dalam pembuatan makalah penelitian ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin saya berikan
kepada pihak-pihak dari hasil penelitian ini. Karena itu saya berharap semoga mekalah
penelitian ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Saya menyadari bahwa dalam menyusun makalah
penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saya sangat mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun guna menyempurnakan makalh penelitian
ini. Saya berharap semoga makalh penelitian ini bisa bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Kuningan, 28 Maret 2014
Penyusun .
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................................... 2
Daftar Isi
.............................................................................................................................. 3
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang .............................................................................................. 4
B.
Pembatasan Masalah ..................................................................................... 4
C.
Tujuan Penelitian........................................................................................... 4
D. Manfaat
Penelitian......................................................................................... 4
BAB II LANDASAN
TEORI
A. Teori
yang mendasari yang relevan ............................................................... 5
B.
Ringkasan dan Kerangka
Berfikir Peneliti .................................................. 6
C. Hipotesis
....................................................................................................... 6
BAB III METODELOGI
PENELITIAN
A. Lokasi
Penelitian ........................................................................................... 7
B.
Objek Penelitian ............................................................................................ 7
C.
Teknik Sampling ........................................................................................... 7
D.
Pendekatan Penelitian ................................................................................... 7
E.
Teknik Pengumpulan Data
............................................................................ 8
BAB IV HASIL PENELITIAN
A.
Validitas Instrumen
Peneliti ........................................................................ 9
B.
Penyajian data .............................................................................................. 9
C.
Pengolahan Data .......................................................................................... 10
D.
Pembahasan Hasil
Penelitian ....................................................................... 11
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan ................................................................................................... 12
B.
Saran ............................................................................................................. 12
Daftar Pustaka..................................................................................................................... 13
Lampiran – Lampiran......................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Di era globalisasi ini, pergaulan remaja
lebih cenderung ke arah negatif, karena cara Berfikir remaja yang salah.
Sehigga akan mengakibatkan terjadinya kenakalan remaja. Lingkungn yang berperan
penting dalam pembentukan karakter, prilaku dan tingkah laku seseorang inilah
yang sangat berpengaruh. Karena Lingkungan yang baik akan membentuk pribadi
yang baik pula, tetapi apabila lingkungan buruk akan membentuk pribadi yang
buruk pula. Terkecuali jika kita dapat merubahnya sendiri.
Di
era ini nilai dan norma seakan akan sudah di abaikan, sehingga nilai dan norma
yang berperan penting sebagai pengatur prilaku dan tingkah laku sudah tidak
berfungsi lagi. Jadi tidak heran lagi apa bila remaja jaman sekarang banyak
melakuhkan penyimapangan khususnya dalam bidang penyimpangan seksual yang dapat
merugikan pribadi atau pun pihak lain.
Angka
kenakalan remaja yang selau meningkat, terlebih dalam bidang penyimpangan
seksual (pornografi) yang banyak di pengaruhi khususnya pengaruh dari luar
yaitu “westernisasi” yang di pengaruhi oleh negara – negara barat, yang di
negara barat sendiri yang namanya sex bebas adalah hal yang lumrah untuk di
lakuhkan, ini lah yang menyebabkan kenakalan remaja dalam bidang pornografi
semakin meningkat dan meraja rela di indonesia dan tidak hanya itu pengaruh
teknologi – teknologi atau situs – situs yang sangat mudah untuk dalam
mengakses situ porno itu sendiri.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
itu pornografi ?
2. Apa
penyebab kenakalan remaja dalam bidang pornografi ?
3. Bagaimana
cara mencegah pornografi ?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa itu pornografi ?
2. Untuk
mengetahui penyebab pornografi ?
3. Dan
agar dapat terhindar dar pornografi ?
D. Manfaat
2. Siswa
akan tahu cara mengatasi atau menanggulangi kenakalan remaja dalam bidang
pornografi ?
3. Dan
siswa akan terhindar dari baya pornografi ?
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Teori
– teori yang mendasari yang relevan
v Pengertian Pornografi.
Ø Pornografi didefinisikan oleh Ernst
dan Seagle sebagai berikut: Pornografi adalah berbagai bentuk atau sesuatu yang
secara visual menghadirkan manusia atau hewan yang melakukan tindakan sexual,
baik secara normal ataupun abnormal.
Ø Peter Webb sebagaimana dikutip oleh
Rizal Mustansyir melengkapi definisi pornografi dengan menambahkan bahwa
pornografi itu terkait dengan obscenity (kecabulan) lebih daripada sekedar
eroticism. Menurut Webb, masturbasi dianggap semacam perayaan yang berfungsi
menyenangkan tubuh seseorang yang melakukannya.
Ø Sedangkan menurut Undang-undang RI
Nomor 44 Tahun 2008, tentang Pornografi, didefinisikan bahwa pornografi adalah
gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak,
animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui
berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat
kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam
masyarakat.
v Penyebab
Kenakalan Remaja (pornografi)
Ø Munculnya perasaan terhadap lawan
jenis menjadi pintu masuk pornografi dalam diri remaja. Keingintahuan pada
lawan jenis mendorongnya untuk melihat gambar atau lukisan porno. Selain itu
kualitas diri pribadi remaja itu sendiri, seperti : perkembangan emosional yang
kurang bahkan tidak sehat, adanya hambatan dalam perkembangan hati nurani yang
bersih dan agamis, ketidak mampuan mempergunakan waktu luang secara sehat dan
ekonomis, kelemahan diri dalam mengatasi kegagalan dengan meilih kegiatan
alternatif yang keliru dan pengembangan kebiasaan diri yang tidak sehat di
dalam kehidupan sehari – hari.
Ø Kedua, kualitas lingkungan keluarga
dan masyarakat, seperti rumah dan keluarga dengan situasi yang gersang dari
kasih sayang dan pengertian, ekonomi yang tidak mendukung kemauan dan
kesempatan belajar, pergeseran nilai dan moral kesusilaan warga masyarakat.
Ø Suguhan media massa seperti program
televisi yang tidak lagi mengejar impian
dan nilai – nilai moral, tetapi sebaliknya menyerap nilai – nilai yang
menyimpang dari masyarakat yang sakit. Mengajarkan orang untuk berbuat licik,
jahat, membunuh, dan seni berbohong. Tayangan yang berbau kekerasan, seksual,
banyak memengaruhi jalan pemikiran permirsa. Akibatnya mereka menganggap hal –
hal tersebut sebagai sesuatu yang normal untuk dilakuhkan merusak perkembangan
moral yang sehat, dan kondisi setempat yang merangsang remaja tumbuh ke arah
prilaku seksual yang tidak sehat.
Ø Internet dan teknologi yang semakin
berkembang dan bertambah maju mengakibatkan remaja semakin mudah untuk mengakses
situs – situs, terutama situs yang menyimpang atau situs porno.
v Cara
Mencegah Penyimpangan Seksual
Ø Terjadinya penyimpangan seksual di
kalangan remaja tentunya harus di tanggulangi sedini mungkin. Terlebih remaja
adalah bagian masyarakat yang akan bertanggung jawab pada kemajuan suatu
bangsa. Beberapa langkah yang perlu di lakuhkan antara lain pemahaman terhadap
permasalahan yang di hadapi, penanaman agama, pembiasaan melakuhkan ibadah yang
tepat hinga menumbuhkan kesadaraan diri, memberi contoh teladan yang sehat,
menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan peninjauan kembali media massa
dan teknologi dan internet yang berhubungan dengan penyimpangan seksual.
B.
Ringkasan
dan kerangka berfikir peneliti
Ø Jadi
bisa di ambil kesimpulan dari pendapat para ahli yaitu “ pornografi adalah bahan lukisan, gambar, atau
tulisan serta gerakan – gerakan tubuh yang memperlihatkan seluruh anggota badan
”
C.
Hipotesis
Ø Berdasarkan
konsep – konsep yang telah di tuangkan dalam kerangka berfikir, maka hipotesis
yang dapat di ajukan adalah sebagai berikut.
Terdapat
banyak faktor yang menyebabkan remaja menyimpang, diantaranya yaitu, perubahan
dalam aspek fisik biologis maupun aspek biologis. Kebingungan, rasa ingin tahu,
canggung, dan kertertarikan terhadap lawan jenis serta faktor keharmonisan
keluarga dan suguhan media massa dan teknologi serta internet .
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Ruang
lingkup penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan arah mengenai informasi
permasalahan inti yang ada dalam suatu penelitian.
1. Subjek penelitian
Subjek
penelitian ini adalah anak remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan atau biasa
sering disebut dengan masa pubertas, yang rata – rata berusia 15 – 16 tahun.
2. Lokasi Penelitian
Penelitian
dilakuhkan di SMAN 1 MANDIRANCAN yang hanya mengambil sampel kelas X (sepuluh)
dan hanya kelas X.6.
B.
Obyek Penelitian (Sample)
Sample
adalah objek penelitian yang dipilih dan ditetapkan untuk diteliti lebih jauh
sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Tujuan penentuan sample adalah untuk
memperoleh keterangan mengenai objek penelitian, memelalui pengamatan dari
populasi. Suatu metode pengambilan sample yang ideal mempenyuai sifat – sifat
sebagai berikit.
C. Teknik
Sampling
Penggunaan
teknik sampling saya pilih karena mempunyai kelebihan diantaranya yaaitu.
1. Sederhana dan mudah untuk
dilaksanakan.
2. Dapat menghasilkan gambaran yang
dapat dipercaya dari seluruh populasi penelitian.
3. Dapat menentukan presisi ( perbedaan
hasil yang dapat dari contoh/sample ) dari hasil penelitian dengan jalan
mencari penyimpangan baku dari data yang diperoleh.
4. Dapat memberikan keterangan sebanyak
mungkin.
D.
Pendekatan Penelitian
Dalam
melakuhkan penelitian ada dua pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan
secara kualitatif dan kuantitatif. Jika data yang diperoleh dalam penelitian di
sajikan dalam bentuk uraian kata – kata atau kalimat, maka pendekatan yang
digunakan adalah kualitatif. Namun, apabila data yang digunakan berbentuk angka
– angka dan cara pengolohanya menggunakan analisis statistik, maka pendekatan
yang digunakan adalah bentuk kuantitatif.
E.
Teknik pengumpulan data secara
Kuantitatif
Teknik
pengumpulan data secara Kuantitatif adalah penelitian yang datanya berbentuk
angka – angka dan hasil dari penelitian juga berupa angka sebagai jawaban
pasti. Tujuan penelitian kuantitatif adalah
mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori
dan/atau hipotesis
yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran
adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini
memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan
empiris
dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif adalah
definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui
perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta
menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan
persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi
sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa
depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran
sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke
seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah
disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN
A.
Validitas
Instrument Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah angket. Setiap variable di ukur dengan menggunakan
skala internal, sedangkan skor menggunakan perbandingan jawaban yang di
tentukan dengan dua alternatif jawaban.
B.
Pengujian
Data
Uji validitas yaitu suatu ukuran
yang menunjukan kevalidan atau keabsahan suatu instrument.bsuatu instrumen yang
valid memiliki validitas data yang tinggi, demikian sebaliknya. Sebuah intrumen
dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang di inginkan dalam sebuah penelitian
dan dapat diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen
menunjukan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran
tentang variable yang dimaksud.
Untuk menguji tingkat validitas
empiris instrumen, penulis mencoba instrumen tersebut pada sasaran dalam
penelitian. Langkah ini di sebut dengan kegiantan uji coba (try out) instrumen.
Untuk mengetahui ketepatan data diperlukan uji validitas. Dua macam validitas
sesuai dengan cara pengujinya adalah sebagai berikut.
1. Validatas
eksternal, yaitu apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai
dengan data atau informasi lain mengenai lain variabel penelitian yang
dimaksud. Data dihitung secara keseluruhan.
2. Validitas
internal, yaitu apabila terdapat kesesuaian antara bagian – bagian instrumen
secara keseluruhan.
C.
Pengolahan
Data / Analisis Data
Lembar
Pengolahan data
Tabel
Kuesioner (Angket)
N0
|
Pernyataan
|
Alternatif
Jawaban
|
|
1
|
2
|
||
YA
|
TIDAK
|
||
1.
|
Apakah anda mempunyai hand phone ?
|
27
|
01
|
2.
|
Apakah anda sering membuka internet ?
|
28
|
0
|
3.
|
Apakah anda tau situs porno di
internet / web ?
|
07
|
21
|
4.
|
Apakah anda pernah melihat video porno
?
|
16
|
12
|
5.
|
Apakah anda pernah memiliki video porno ?
|
08
|
20
|
6.
|
Apakah anda pernah memiliki foto –
foto fulgar ?
|
05
|
23
|
7.
|
Apakah Orang tua anda pernah mengawasi
anda dalam menggunakan teknologi ?
|
22
|
06
|
8.
|
Apakah Guru / pihak sekolah melarang
anda membawa hp ?
|
02
|
26
|
9.
|
Apakah Pihak sekolah sering
melaksanakan razia terhadap hp anda?
|
0
|
28
|
10.
|
Apakah anda setuju dengan di
tiadakanya situ porno ?
|
28
|
0
|
11.
|
Apakah penting video porno itu ?
|
01
|
27
|
12.
|
Apakah
anda pernah menyesal setelah melihat video porno ?
|
12
|
04
|
13.
|
Apakah
anda pernah berfikir bahwa perbutan ini (melihat video porno) itu berdosa dan
berkeinginan untuk tidak melihatnya lagi ?
|
16
|
0
|
14.
|
Apakah
video yang kamu lihat kamu dapatkan dari internet ?
|
02
|
14
|
15.
|
Apakah
Video yang kamu lihat kamu dapatkan dari teman anda ?
|
14
|
02
|
Jumlah
|
188
|
184
|
D.
Pembahasan
Analisis Data
Berdasarkan analisis diatas
dapat disimpulkan bahwa:
1.
96% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 adalah pemegang handphone sedangkan 4% bukan.
2.
100% menyatakan siswa kelas
X.6 sering membuka internet sedangkan 0% tidak
3.
25% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 mengetahui situs porno di internet sedangkan 75% tidak.
4.
57% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 pernah melihat video porno sedangkan 43% tidak.
5.
29% menyatakan siswa kelas
X.6 pernah memiliki video porno sedangkan 71% tidak.
6.
18% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 pernah memiliki foto – foto fulgar sedangkan 82% menyatakan tidak.
7.
79% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 di awasi oleh orang tua dalam penggunaan teknologi sedangkan 21%
tidak.
8.
7% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 dilarang mebawa HP oleh pihak sekolah sedangkan93% tidak.
9.
0% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 pernah di razia oleh pihak
sekolah terhadap Hpnya sedangkan 100% mengatakan tidak.
10.
100% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 setuju dengan di tiadakanya situs porno sedangkan 0% tidak.
11.
4% menyatakan bahwa peting
video porno sedangkan 96% tidak.
12.
75% menyatakan bahwa siswa
kelas X.6 pernah menyesal setelah melihat video porno sedangkan 25% tidak.
13.
100% menyatakan bahwa siswa kelas X.6 pernah berfikir bahwa perbuatan
melihat video porno itu berdosa dan berkeinginan untuk tidak melihatnya sedangkan
0% tidak.
14. 12.5% menyatakan bahwa
siswa kelas X.6, video porno yang mereka lihat di dapatkan dari intrnet
sedangkan 87.5% tidak.
15. 87.5% menyatakan bahwa
siswa kelas X.6, video porno yang mereka lihat di dapatkan dari temanya sedangkan
12.5% tidak.
BAB
V
PENUTUP
Pada Bab ini, akan saya
uraikan mengenai hasil kesimpulan dan saran.
A.
Kesimpulan
Melihat dari hasil dari
penelitian saya, saya menyimpulkan bahwa dalam penggunaan teknologi seperti
hand phone dan lain sebagainya, internet, lingkungan seperti tempat tinggal dan
dalam pergaulan, dan yang terakhir pegaruh dari media massa, sangat memengaruhi
dan sangat membahayakan terhadap pembentukan prilaku siswa dan siswi. Padahal
mereka tahu bahwa yang mereka lihat itu akan sangat berdampak negatife bagi
mereka sendiri. Dari pada itu mereka juga hidup dalam kesalahan yang dinilai
dari segi agamapun bahwa itu sangat berdosa, karena akan memicu dosa yang lebih
besar. Mereka lebih mementingkan menghabiskan waktunya untuk melihat video
porno di banding melakuhkan aktivitas yang bermanfaat.
B.
Saran
Berdasarkan hasil
penelitian, saya sebagai peneliti menyarankan:
1.
Agar lebih sering dilakukan
penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya dari video porno dan pengaruh yang
ditimbulkannya di kalangan para remaja khususnya yang duduk di bangku sekolah.
2.
Hendaknya tata tertib sekolah lebih di
tingkatkan agar siswanya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama
(Melihat ataupun
menyebarkan video porno).
3.
Hendaknya sekolah-sekolah lebih sering melakukan
razia kepada para murid-muridnya agar para remaja tidak ada yang menyebarkan
video porno di sekolah.
4.
Hendaknya para orangtua lebih mengenal dan
mengawasi anak-anaknya agar anak-anaknya bisa, baik dari segi moral maupan
agama.
DAFTAR PUSTAKA
Vina Dwi Laning. 2008. Kenakalan Remaja dan Penanggulanganya :Pornografi, Klaten : direktorat
jenderal manajemen pendidikan dasar dan menengah
kementrian pendidikan nasional.
Bimata
Tim. 2013. Rancangan Penelitian : Konsep
dasar Penelitian, Sukoharjo : CV Willian.
M. Sa’abah, Perilaku Seks Menyimpang dan Seksualitas
Kontemporer Umat Islam,
(Yogyakarta: UI Press, 2001).
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa
Indonesia Edisi II (Jakarta: Balai
Pustaka, 2005).
Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan
Penjelasannya (Cet. II;
IndonesiaTera: Jakarata, 2009).
LAMPIRAN – LAMPIRAN
v Lampiran Angket
Angket
Kenakalan Remaja,
dalam Bidang Penyimpangan seksual (pornografi) di kelas X.6
N0
|
Pernyataan
|
Alternatif
Jawaban
|
|
1
|
2
|
||
YA
|
TIDAK
|
||
1
|
Apakah anda mempunyai hand phone ?
|
|
|
2
|
Apakah anda sering membuka internet ?
|
|
|
3
|
Apakah anda tau situs porno di
internet / web ?
|
|
|
4
|
Apakah anda pernah melihat video porno
?
|
|
|
5
|
Apakah anda pernah memiliki video porno ?
|
|
|
6
|
Apakah anda pernah memiliki foto –
foto fulgar ?
|
|
|
7
|
Apakah Orang tua anda pernah mengawasi
anda dalam menggunakan teknologi ?
|
|
|
8
|
Apakah Guru / pihak sekolah melarang
anda membawa hp ?
|
|
|
9
|
Apakah Pihak sekolah sering
melaksanakan razia terhadap hp anda?
|
|
|
10
|
Apakah anda setuju dengan di
tiadakanya situ porno ?
|
|
|
11
|
Apakah penting video porno itu ?
|
|
|
12
|
Apakah anda pernah menyesal setelah
melihat video porno ?
|
|
|
13
|
Apakah anda pernah berfikir bahwa
perbutan ini (melihat video porno) itu berdosa dan berkeinginan untuk tidak
melihatnya lagi ?
|
|
|
14
|
Apakah video yang kamu lihat kamu
dapatkan dari internet ?
|
|
|
15
|
Apakah Video yang kamu lihat kamu
dapatkan dari teman anda ?
|
|
|
Ket :
Berikan Tanda Ceklist (ü)
terhadap
kolom yang anda pilih.
Nama :
Kelas :
v Saya membutuhkan
kejujuran anda.
v “
Berani jujur itu baik ”
manfaat praktis, manfaat khus, dan manfaat umumnya mana?
BalasHapus